Reviews Buku: Paranoid (The Story of A Madman)

26 February 2011

print this page
send email
Oke, satu kalimat tanya: "Perlukah aku menghabiskan buku yang tidak terlalu tebal ini?"

Agaknya hal ini terlalu vulgar pendapat yang akan kukatakan untuk buku ini. Bagaimana tidak? Buku ini sama sekali tak menarik minatku untuk terus melanjutkan membaca. Aku heran, mengapa buku seperti ini menjadi best seller? Internasional lagi. Dibanding karya satunya lagi yang berjudul Perfume, tampaknya Patrick Suskins harus merelakan buku ini dicaci-maki, khususnya olehku. Kisah Perfume jauh lebih menarik ketimbang buku ini. Meskipun, aku juga tak begitu menyukai alur Perfume.

Untuk buku satu ini, hal yang harus kuceritakan adalah, sungguh, aku langsung melompat ke bab terakhir untuk mendapatkan isi keseluruhannya -- yang tak jelas ini -- entah ke mana cerita ini mau berjalan. Tapi, ketika bab pertama -- bagian terpenting dari sebuah novel -- sudah tidak cukup kuat memikat pembaca, tamat riwayatnya. Dan apakah novel ini bagus / best seller di Indonesia? Rasa-rasanya tidak. Sejak mengamati dunia perbukuan, tak sekalipun aku pernah melihatnya.


So?
So, aku terpaksa menutup buku ini diparuh jalan -- tak sampai malah, untuk kemudian membuka buku lain yang lebih menarik minatku.

0 komentar:

Post a Comment