Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

Reviews Buku: Cerdik Mengelola Gaji

27 February 2011

40 : 30 : 20 : 10
Sepertinya itu inti buku ini yang berhasil kuserap. 40% untuk kebutuhan hidup sehari-hari. 30% untuk tabungan. 20% untuk untuk bayar utang. 10% untuk berbagi dengan sesama.
Eits.. eits... ini ngomong apa sih?
Sesuai dengan judul buku yang direviews, artikel kali ini mengulas soal gaji. Lebih tepatnya -- sesuai judul bukunya: TIPS CERDIK MENGELOLA GAJI.

Tanpa pernah kita sadari, mungkin tidak kita pedulikan ke mana duit gaji dibelanjakan. Yang terpenting dapat gaji, dapat uang, setelah dinikmati saat ini juga. Padahal kita tidak hanya hidup di hari ini. Karena itu, buku ini mencoba mengulas sedetail-detailnya bagaimana mengelola gaji yang baik dan benar menurut pandangan ekonomis saat ini, dan hari depan.

40 : 30 : 20 : 10
Tak banyak yang bisa kudapat dari buku ini. Selain, pembahasannya yang tak begitu praktis -- terlalu banyak uraian yang panjang dan tak menarik minatku. Ada tiga hal yang bisa kupetik dari buku ini.
Pertama, pembagian gaji itu 40 : 30 : 20 : 10.
Kedua, pengeluaran harus ada prioritas.
Ketiga, kita harus punya rencana / tujuan -- jangka pendek dan jangka panjang.
Sisanya, hanyalah gagasan si penulis untuk membuku ini semakin tebal saja.

Aku merekomendasikan buku ini untuk kalian baca.
Continue Reading...

Reviews Buku: Paranoid (The Story of A Madman)

26 February 2011

Oke, satu kalimat tanya: "Perlukah aku menghabiskan buku yang tidak terlalu tebal ini?"

Agaknya hal ini terlalu vulgar pendapat yang akan kukatakan untuk buku ini. Bagaimana tidak? Buku ini sama sekali tak menarik minatku untuk terus melanjutkan membaca. Aku heran, mengapa buku seperti ini menjadi best seller? Internasional lagi. Dibanding karya satunya lagi yang berjudul Perfume, tampaknya Patrick Suskins harus merelakan buku ini dicaci-maki, khususnya olehku. Kisah Perfume jauh lebih menarik ketimbang buku ini. Meskipun, aku juga tak begitu menyukai alur Perfume.

Untuk buku satu ini, hal yang harus kuceritakan adalah, sungguh, aku langsung melompat ke bab terakhir untuk mendapatkan isi keseluruhannya -- yang tak jelas ini -- entah ke mana cerita ini mau berjalan. Tapi, ketika bab pertama -- bagian terpenting dari sebuah novel -- sudah tidak cukup kuat memikat pembaca, tamat riwayatnya. Dan apakah novel ini bagus / best seller di Indonesia? Rasa-rasanya tidak. Sejak mengamati dunia perbukuan, tak sekalipun aku pernah melihatnya.


So?
So, aku terpaksa menutup buku ini diparuh jalan -- tak sampai malah, untuk kemudian membuka buku lain yang lebih menarik minatku.
Continue Reading...

Reviews Buku : Kick Andy! Kumpulan Kisah Inspiratif 2

01 February 2011

Saya sudah lama menjadi salah seorang yang penonton setia Kick Andy! Mungkin sejak acara itu ditayangkan pertama kali di Metro TV beberapa tahun lalu [saya lupa tepatnya]. Kesetiaan itu dulu, selalu saya lakoni, tidak bisa tidak, tanpa ada tawar menawar.
Kisah-kisah yang disuguhkan dalam acara itu sungguh menggugah saya. Masih segar dalam ingatan saya, ketika tema Kick Andy! tentang penghijauan, saya langsung mencoba untuk membuat penghijauan sendiri. Meski itu tak berlangsung lama karena saya segera bosan dan tak memiliki waktu berlebih untuk mengurusnya.
Kini, tayangan tersebut jarang pula saya tonton. Kendala utama ada di waktu. Saya tak lagi sempat atau memiliki waktu luang menonton tayang Kick Andy! secara berkala dan berkesinambungan. Tapi, saya tetap mengikuti perkembangannya.
Waktu ke Gramedia, saya menemukan buku yang covernya gambar kepala Andy F. Noya yang di trash di Corel. Wah… wah… sungguh tak menyangka ada buku Kick Andy! seri kedua, tentu ada seri pertamanya ya? Saya langsung mengambilnya dan membayar di cover. Sesampainya di rumah, saya langsung lalap buku itu habis.
Apa yang saya dapatkan?

Guru, Inspirasi, dan Semangat yang Kembali Menyala-nyala
Saya membayangkan tengah berada di sebuah seminar motivasi. Pembicaranya, Pak Mario Teguh. Wow… salah satu motivator favorit saya. Ia berbicara berapi-api untuk memantik kembali gagasan saya mengapa saya ada di dunia ini. Tentu saja, semua itu hanya imajiner saja. Toh, saya belum pernah bersua Pak Mario selain lewat TV, Facebook Fan, atau bukunya [yang saya baca di Gramedia sambil berdiri]. Luar biasa, saya termotivasi, berusaha harus [ingat ya HARUS] berguna dan bermanfaat untuk orang lain. Meski saya tak bisa mengharapkan semangat saya terus terpompa hanya dengan sekali datang.
Buku Kick Andy! Kumpulan Kisah Inspiratif 2 ini sungguh mengguncang jiwa saya. Sangat. Yang berhasil saya petik adalah banyak motivator-motivator ulung di luar sana yang lebih daripada Pak Mario Teguh. Kenapa saya bilang lebih? Soalnya, Pak Mario Teguh hanya BICARA yang baik-baik yang merupakan usahanya untuk membangkitkan semangat saya. Sementara, buku yang saya baca langsung mengangkat cerita dari mereka-mereka yang mengalaminya. Dan hal ini sangat berharga. Seolah-olah kisah itu menjadi pengalaman pribadi.
Saya pikir tak beda dengan acara talk shownya. Bahasa yang digunakan dalam buku ini sangat ringan, dan kocak. Tak berat. Tak sulit dipahami. Sekali baca langsung mengerti. Oh, maksudnya begini. Oh, ceritanya begitu. Dan yang saya kagumi, penggunaan bahasa-bahasa ringan, dan kocak, itu meringankan beban saya dalam berpikir.
Lebih, bukan berarti sempurna. Karena isi di dalamnya mengangkat cerita yang sudah ditayangkan di Kick Andy!, buku ini membingungkan saya di tiap-tiap artikelnya. Saya pun bertanya-tanya, “Kapan ya pas tema di artikel ini ditayangkan?” Maklum saja, seperti sudah saya katakan, belakangan ini saya agak jarang nonton Kick Andy!

Terlepas dari baik-buruknya buku ini, saya mendapat pelajaran berharga yang utama. Dan proses pembelajaran itu tentu sangat berbeda-beda dan relatif dialami tiap orang. Ke depannya, saya HARUS menjadi lebih baik lagi dari sekarang. Semoga buku ini mencerahkan saya. Dan mencerahkan tiap-tiap orang yang membacanya. Sama seperti tayangannya.

Bagaimana menurutmu, Sob?
Continue Reading...

Reviews : Pillow Talk (Setiap Hati Punya Rahasia)

31 January 2011

Postingan kali ini tentang buku. Reviews buku yang baru saja kuselesaikan. Hehehe ... belum ding. Aku memang belum menghabiskan full satu buku ini, tapi gambaran tentang akhir dari buku sudah terbayang di benakku. Lepas dari benar-salahnya, Jo pasti jadian sama Emi.
Meskipun begitu, karya Christian Simamora satu ini cukup unik. Menurut saya gaya bertutur dalam tulisannya seolah-olah berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Bo' banget deh. Tauk maksudku kan? Lebih ke arah rempong atau rumpi ibu-ibu tetangga rumah saya. Di mana di setiap adegannya selalu ramai dengan bumbu-bumbu macam ini. Seperti tak ada cara lain untuk mengungkapnya saja. Atau mungkin memang gayanya? Atau kepribadian si penulis? Mudah-mudahan saja nggak.

Jujur saja, saya tak begitu menikmati seluruh cerita secara keseluruhan. Di samping, cerita seks yang begitu melulu (Buka-Tembak-Selesai -- meminjam kata Simamora : One Night Stand), tak ada ide lebih menyegarkan dari buku ini.
Awalnya, saya begitu menggebu-gebu ingin membacanya full, ingin mendapatkan lonjak-lonjakan cerita ke cerita. Sebagian dipengaruhi oleh teman-teman yang sudah membacanya. Tapi, mencari-cari hingga ke tengah-tengah, saya merasa kok ya nggak perlu diselesaikan ya buku ini. Saya merasa sudah tahu ke mana cerita ini akan bergulir. Dan lebih sering ke arah membosankannya ketika dibaca. Dan saya memang tak meneruskan buku ini sampai selesai.
Pada akhirnya, saya hanya menebak dalam tiga fase novel ini saja: depan-tengah-akhir. Ketika postingan ini ditulis, saya membaca bagian akhirnya. Dan ternyata benar saja, buntut novel ini seperti yang saya perkirakan.
Continue Reading...

Tentang Dua Novel Pak Munif

20 December 2010

Dua novel Pak Munif kuedit ulang. Lipstik dan Kupu-kupu Malam. Cerita yang ditawarkan hampir serupa. Soal wanita, harta, dan seks. Cukup dewasa ceritaya. Namun, ada pola yang sepertinya mirip dalam dua novel ini.
Continue Reading...

Ternyata di Ada Indonesia Penemu!

18 September 2010

30 Tokoh Penemu Indonesia

Penulis: Lilih Prilian Ari Pranowo

Penerbit: Narasi, 2009

Siapa yang tak kenal Thomas Alpha Edison, Galileo Galilei, James Watt? Mereka adalah penemu-penemu terkenal dunia, yang menemukan teknologi-teknologi dalam kemajuan peradaban manusia. Ternyata Indonesia juga memiliki orang-orang cerdas yang memberikan sumbangsih berupa temuan-temuan teknologi, walaupun hanya berupa temuan kecil. Penemu-penemu tersebut belum banyak diketahui. Buku ini memberikan gambaran tentang penemu-penemu Indonesia, seperti Alex Masengi dengan temuan kapal ikannya yang tidak mudah goyah saat diterjang gelombang besar dan Arief Mulyana dengan temuan mikrobial sebagai pemacu produktivitas kualitas udang dan ikan.

:: korantempo ::

Continue Reading...

Biografi Politik Susilo Bambang Yudhoyono

27 October 2009

:: oleh Djoko Adi Waluyo ::

Garda Maeswara, penulis buku ini, sengaja membentang biografi SBY dengan citarasa yang dekat dengan politik. Oleh karenanya buku yang dikreasi ini berjudul Biografi Politik. Ketika muda SBY diunggah tuntas oleh buku ini, juga romantika kehidupan politik yang dialami juga tidak luput tercermati. Hubungan yang kurang harmonis dengan Ibu Mega juga terbentang di buku ini. Entah merupakan suplement atau memang dirancang, buku ini juga menyertakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat. Sebenarnya yang dibahas di buku ini bukan spesial yang terkait dengan politik, namun secara keseluruhan pribadi SBY.
Bab yang dibahas dalam buku ini, antara lain:

*
Masa muda, Masa Pembentukan Karakter
*
Karier Mentereng Sang "Thinking General"
*
SBY Politik
*
Karier Awal SBY di Kancah Politik Indonesia
*
Digandeng Megawati Duduk di Kabinet Gotong Royong
*
Konflik SBY-Megawati
*
Maju dalam Pemiloihan Presiden 2004
*
Bersama Kita Bisa
*
Dan Pesta Rakyat pun Digelar
*
Diserang Balik Menyerang
*
Presiden Pertama Pilihan Rakyat
*
Ujian Bagi Pemerintahan Presiden SBY
*
Mewujudkan Perdamaian di Aceh
*
BBM Melangit
*
Undang-undang Kontroversial
*
Sibuk Menampik Fitnah
*
Saatnya Cerai dengan IMF dan CGI
*
Agenda Pemberantasan Korupsi
*
Keretakan Duet SBY-JK
*
Kontroversi Daftar "100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia 2009" Versi Time
*
Pemilu 2009: Pagelaran Pesta Rakyat lagi
*
Kenapa Boediono
*
SBY, Boediono, dan Neo Liberal
*
Melacak Kedekatan SBY ke "kanan": Jejak - Jejak Neoliberal di Indonesia
*
Kebijakan-Kebijakan Neolib SBY

Data buku
JUDUL: Biografi Poltik Susilo Bambang Yudhoyono
PENULIS: Garda Maeswara
PENERBIT: Narasi Jl. Iraian Jaya D-24 Perum Nogotirto II, Yogyakarta 5592. Telp: 0274: 7103084. E-mail: penerbitnarasi@yahoo.com
ISBN: 978-979-168-175-9
TEBAL: 256 halaman; 15 x 23 cm
CETAKAN: Pertama 2009.
[LAMPIRAN]

*
Keluarga SBY
*
Keluarga Besan SBY
*
Orang-orang Terdekat
*
Visi Misi Partai Demokrat
*
Anggaran Dasar Partai Demokrat
*
Anggaran Rumah Tangga Partai Demokrat
*
Surat Pengesahan Partai Demokrat
*
Struktur Organisasi Partai Demokrat.

(Lilih Prilian Ari Pranowo)
Continue Reading...

Biografi Politik Susilo Bambang Yudhoyono

Judul: Biografi Politik Susilo Bambang Yudhoyono
Penulis: Garda Maeswara
Penerbit: Narasi
Tebal: 256 hal
Harga: 60.000

"Pensiun dini dari TNI itu perasaan yang paling berat dalam hidup saya. Saya begitu mencintai TNI. Saya hidup dan tumbuh di militer. Istri saya waktu itu menangis. Batin saya berat sekali. Tapi itu sudah suratan nasib, dan saya terima."
-Susilo Bambang Yudhoyono-

Kemunculan Susilo Bambang Yudhoyono di kancah politik Indonesia memang sedikit serupa dengan kemunculan Soeharto ketika menggantikan Soekarno di tahun 1967. Ketika itu, tahun 1998, dua kubu yang saling bersaing memperebutkan pengaruh, yaitu Wiranto dan Prabowo. Bentrok antara keduanya memunculkan kesempatan bagi Susilo Bambang Yudhoyono untuk naik ke permukaan. Lahir sebagai anak dari pasangan R. Soekotjo dan Siti Habibah, Susilo Bambang Yudhoyono masih memiliki trah keturunan dari Sultan Hamengkubuwono II dan garis silsilah dari Pakubuwono.

Namun, siapa menyangka di balik kisah kehebatannya, Susilo Bambang Yudhoyono adalah anak hasil broken home. Kedua orangtuanya bercerai saat dia menginjak usia remaja. Meskipun besar sebagai anak broken home yang jauh dari kata kemewahan, namun dia mampu menepis semua itu dan membuktikannya dengan satu kata: berhasil. Terbukti, selama dasawarsa terakhir ini, karier politik Susilo Bambang Yudhoyono semakin cemerlang. Bahkan, dia adalah satu-satunya presiden yang dipilih langsung oleh rakyat periode 2004-2009.

Selama empat tahun, masa pemerintahannya diwarnai dinamika kehidupan berbangsa. Ada yang mencela dan mengkritik kebijakannya, ada pula yang senang padanya. Dan kini, ia terpilih kembali sebagai Presiden RI periode 2009-20014.

Siapa sebenarnya Susilo Bambang Yudhoyono? Bagaimana kiprah politiknya selama dasawarsa terakhir ini, terutama sejak ia menjabat sebagai Presiden RI periode 2004-2009? Apakah ia akan menerapkan kebijakan-kebijakan yang sama?
(Lilih Prilian Ari Pranowo)
Continue Reading...

30 Tokoh Penemu Indonesia

Judul: 30 Tokoh Penemu Indonesia
Penulis: Lilih Prilian Ari Pranowo
Penerbit: Narasi
Tebal: 124 hal
Harga: 28.000

"Yeah, I can do something here. I can do something!"
(Evvy Kartini, Penemu Penghantar Listrik Berbahan Gelas)

Dalam hal teknologi, banyak orang menilai bahwa Indonesia kalah dan ketinggalan dengan negara lain. Hal ini dikarenakan orang-orang Indonesia lebih suka memakai teknologi canggih temuan luar negeri, ketimbang harus pusing membuat temuan-temuan tandingan. Inilah yang menyebabkan citra bangsa ini sebagai bangsa konsumtif, yang suka sekali belanja.

Padahal, jika ditelisik lebih lanjut, penilaian seperti itu tidak sepenuhnya benar. Di antara beratus juta penduduk, ada juga orang-orang Indonesia--tersembunyi dari masyarakat kebanyakan yang memberikan sumbangsih berupa temuan-temuan teknologi -meski hanya berupa temuan kecil. Ini yang masih tidak banyak diketahui orang-orang Indonesia. Apalagi, kisah tentang mereka jarang terdengar.

Sedikit berbeda dengan penemu-penemu luar negeri yang memiliki latar belakang dunia akademis, penemu asal Indonesia ini ada yang berasal dari akademis dan non akademis. Hebat bukan?

Buku 30 Tokoh Penemu Indonesia ini memberikan sedikit gambaran tentang penemu-penemu Indonesia, yang kisa dan temuannya kerap tercecer dari ingatan orang banyak. Bagaimana kisah-kisah temuan itu bermula? Siapakah para penemu Indonesia itu?
(Lilih Prilian Ari Pranowo)
Continue Reading...

Kedison Si Keledai Jenius

13 August 2008

Nama Penulis : Le Contesse de Segure
Judul Buku : Si Jenius Kedison
Penerbit : Manyar
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2005

Selama ini keledai identik dengan sifat-sifat yang dungu dan tolol saja. Ramainya film-film kartun yang memberi sifat buruk kepada makhluk ini memang membentuk opini orang-orang mengenai keledai. Tentu saja hal itu berhasil dengan sukses. Akibatnya, manusia di seluruh dunia telah memberikan cap negatif terhadap hewan yang bersuara lucu ini. Lucu? Yah, karena di dalam buku ini akan kamu temui suara keledai tidak menyeramkan seperti banyak diceritakan, melainkan terdengar seperti berbunyi, “hei heh, hei heh...” Begitulah.

Si penulis yang memiliki nama Le Contesse de Segure, memang membuat semacam pledoi Kedison sang keledai. Pinuturnya yang menokohkan Kedison dengan kata ganti “aku” seolah-olah membela kepentingan para keledai dengan pesan, “tidak semua keledai di dunia itu bodoh, tauk! Aku adalah salah satunya.” Pasca kamu membaca buku berjudul “Si Jenius Kedison” ini, diharapkan anggapan yang jelek-jelek tentang keledai, akan bisa berbalik seratus delapan puluh derajat. Yah, minimal sembilan puluh derajatlah atau tak berubah sedikitpun. Pokoknya terserah kamu yang membacanya saja.

Berikut adalah petikan dari beberapa pengalaman hidup Kedison:
Adalah Kedison, nama keledai yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Kedison, anggapan sang Kedison sendiri, merupakan keledai pintar dan cerdas. Tidak seperti keledai-keledai lainnya yang dungu. Ia berani mengungkapkan pendapatnya untuk memrotes para majikan yang bersikap semena-mena kepadanya. Pendapatnya ini diutarakan dengan pelbagai macam cara, yang jelas dengan cara seekor keledai.

Cerita bermula, ketika Kedison dipelihara oleh seorang petani yang suka menjahatinya. Kemudian karena terus-menerus dijahati oleh majikannya dengan menyuruhnya mengangkut barang-barang jualan yang berat setiap hari pasar. Maka, ia membangkang dan melakukan protes kepada majikannya. Ia pun mogok jalan. Tapi alhasil ia malah mendapat cambukan yang sangat keras. Otomatis dengan sangat terpaksa, ia pun berjalan sampai ke pasar.

Akan tetapi, sesampainya di pasar itulah, Kedison memulai aksinya. Saat mereka, si petani dan Kedison, semua sampai di pasar, si petani mengikat Kedison setelah barang-barang yang diangkutnya diturunkan. Si petani meninggalkan Kedison sebentar untuk berbincang-bincang kepada para pembelinya. Tepat pada saat itulah, Kedison merasa lapar, ia pun memakan barang-barang, yang terdiri dari kubis-kubis dan sayuran-sayuran, yang telah diturunkan ke tanah. Ketika si petani kembali, betapa terkejutnya dia mendapati kubis-kubisnya telah habis dimakan Kedison. Kedison pun dimarahi habis-habisan. Tapi itulah Kedison, pemberontakan semacam itu yang dilakukannya. Demikian sepenggal cerita mengenai kejeniusan Kedison. Sebenarnya masih banyak pengalaman-pengalaman Kedison dalam menjalani hidupnya. Nah, untuk tauk lebih, baca saja buku ini. Hehehe... Kamsia (thanks a lot).
(Lilih Prilian Ari Pranowo)
Continue Reading...

Kudeta Gagal Westerling

06 January 2008

Pada 31 Agustus 1919, Westerling dilahirkan di Istambul, Turki. Laki-laki yang memiliki kemampuan poliglot (banyak bahasa) ini memiliki nama asli Raymond Paul Pierre Westerling. Dilahirkan dari seorang ayah bernama Paul Westerling, dan ibu bernama Sophia Moutzou. Sebagai anak terakhir dari dua bersaudara, kakak perempuannya bernama Palmyra, ia merupakan seorang yang memunyai darah pemberontak dan jiwa petualang besar. Sejak kecil menyukai hal-hal cerita-cerita petualangan, macam cerita bajak laut, koboi, pun roman sejarah. Saat umurnya menginjak tujuh tahun, pernah ia bermain-main dengan revolver milik ayahnya.

Pada awalnya, ia bersekolah di Sekolah berbahasa Inggris. Selepasnya dari sana melanjutkan ke Sekolah Jesuit Santo Michael, dimana ia mampu menguasai bahasa Latin di sekolah ini. Pilihan yang dijatuhkan atas dirinya, pasca kelulusan, adalah sekolah asrama Santo Joseph. Pendidikan yang diterimanya tak lantas membuatnya menjadi anak pendiam. Umur 22 tahun, sekitar 1941, tanpa memberitakan keluarganya, ia mendaftarkan diri sebagai tentara Belanda lewat konsulat Belanda di Turki. Pendaftaran itu memberinya tiket ke Kairo, Mesir, bergabung dengan sepasukan tentara gurun.

Sepulangnya dari Mesir, ia mencoba membicarakan cita-citanya menjadi tentara dengan keluarganya, terutama pada ayahnya. Ayahnya tak memberi ijin, sebab Paul tak menginginkan Westerling jadi tentara. “My son, you are not made for the army,” tukas Paul keras. Toh demikian tetap saja, Westerling bersikeras masuk dinas ketentaraan. (Petrik Matanasi, Westerling: Kudeta yang Gagal, Media Pressindo, Yogyakarta, 2007)

(Lilih Prilian Ari Pranowo)
Continue Reading...