Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

hitam putih

12 December 2010

aku bertanya, kau mendengarkan

karenanya, aku melakukannya

sabda yang kau ceritakan lewat para nabimu sayup terdengar

bukannya tak ingin dengarkan

gejolak hasrat muda menantang untuk melanggar

hitam-putih

abu-abu...
Continue Reading...

Hebat

14 October 2009

Hari ini begitu hebat
Mengapa harus kulewatkan dengan kesenduan hari kemarin
Tidakkah itu cukup disimpan di dalam buku saja?
Dan katakanlah bahwa hari ini begitu hebat
Aku pun akan menjadi hebat karenanya

:: catatan bulan September 2009 ::

(Lilih Prilian Ari Pranowo)
Continue Reading...

Puisi Tradisional Afrika

Setiap kali saat fajar menyingsing,
seekor rusa terjaga.
Ia tahu hari ini ia harus lari lebih cepat
dari seekor singa yang tercepat.
Jika tidak, ia akan terbunuh.

Setiap kali saat fajar menyingsing,
seekor singa terbangun dari tidurnya.
Ia tahu hari ini ia harus mampu
mengejar rusa yang paling lambat.
Jika tidak, ia akan mati kelaparan.

Tak masalah, apakah kau seekor rusa,
atau seekor singa.
Karena setiap kali fajar menyingsing,
sebaiknya engkau mulai berlari.
Continue Reading...

Mempertahankan Bendera

02 March 2008

Bersama Djandji kemerdekaan kita,
Si Merah Poetih megah Melambai,
Lambang perdjoeangan kesatria bangsa,
Mentjipta kemerdekaan Indonesia permai.

'Arif kami poetera tanah aor,
Arti lambaian si Merah Poetih,
Meminta semangat panas mendidih,
Timboenan toelang, darah mengalir.

Dari pada bendera kebangsaan wathan,
Dipidjak moesoeh, rebah kembali, Kami rela mendjadi koerban,
Darah perwira mentjeloep boemi.

Biarlah kami pemoeda kini,
Ta' melihat wadjah 'ndonesia merdeka,
Asalkan tiang bendera bangsa,
Tertantjap diatas majat kami.


S. Ranggasela

Perak-Melajoe 12-2604
Continue Reading...