Beri Nama Anakmu Seindah Nama-nama di Yellowpages

12 October 2009

Istri Anda sedang hamil tua, sebentar lagi melahirkan. Masih pusing belum punya nama bagi calon Anda nantinya? Jangan khawatir... Sebab, Yellowpages memberikan nama-nama indah yang banyak, gratis lagi. Tak perlu beli tentunya.

Kiranya polah Benny & Mice yang saya gunting dari Kompas Minggu 10 Oktober 2009 bisa membuat Anda terinspirasi.




Continue Reading...

Karier Sukses dengan Taktik Cerdik

Berikut saya sadurkan tips sukses di dalam karier dengan strategi-strategi jitu, menurut Jamie dan Maren Showkier, konsultan tempat kerja dan bisnis dalam buku Authentic Conversations:

Jangan menyalahkan
Lebih baik mengakui peran Anda dalam masalah-masalah perusahaan dan berkontribusi pada sollusi ketimbang menyalahkan management atau rekan kerja Anda.
Begitu Anda melihat diri Anda mengendalikan masa depan Anda, Anda dapat mengubah percakapan dengan rekan kerja, dengan mengatakan, “Kita perlu melakukan yang terbaik untuk membuat bisnis ini jalan atau kita akan berada dalam masalah besar,” tutur Maren Showkeir.

Tinggalkan Gosip dan Kerja
Kirim pesan kepada rekan kerja tentang prioritas-prioritas dengan konsentrasi pada tugas-tugas yang sedang dikerjakan, ketimbang menyebarkan informasi spekulatif.
“Jika Anda menghabiskan waktu berspekulasi tentang apa yang akan terjadi berikutnya, Anda akan mendapatkan hasil buruk,” kata Maren Showkeir.

Dapatkan Cerita yang Benar
Hindari keresahan yang tak perlu dengan mendekati kolega yang bisa dipercaya untuk mencari tahu kondisi yang sebenarnya tentang perusahaan Anda.
“Kita mudah terjebak dengan ‘bagaimana kalau’. Saran saya adalah, pergi dan cari tahu apa yang dikettahui manager dan bos Anda, dan pikirkan bagaimana caranya mempersiapkan masa depan Anda,” saran Maren Showkeir.
Jangan Berperan sebagai Korban
Tahu masalah-masalah dalam perusahaan Anda tak akan mendatangkan kemajuan kecuali jika Anda mengikutinya dengan solusi-solusi strategis.
“Jadi bagian dari organisasi berarti punya informasi, menimbangnya dengan akal sehat, dan bertindak,” kata Jamie Showkeir.

Pikirkan Gambaran Besar
Selama masa-masa sulit, kolaborasi lebih penting dibanding masa-masa sebelumnya. Jadi, akan bijaksana jika Anda mengesampingkan persaingan demi masa depan perusahaan Anda.
“Jika Anda bekerja bersama, Anda akan punya kekuatan dari banyak pikiran untuk menyelesaikan pekerjaan. Kolaborasi benar-benar cara kuat untuk menguatkan bisnis dan tidak merasa sendiri dan kewalahan dengan semua pekerjaan di depan mata,” lagi-lagi Maren Showkeir menegaskan.

Jadi Pendengar, Bukan Pembicara
Ingat, apa yang tidak diucapkan ketika rapat sama pentingnya dengan apa yang ada dalam agenda. Jika kita tidak mendiskusikan kerisauan-kerisauan dan rasa takut, kita kehilangan 2/3 dari apa yan relevan untuk sukses banyak.

Punya Harapan
Di tempat kerja, putus asa benar-benar tidak disukai. Coba focus pada kemungkinan yang lebih baik di masa depan.
“Apakah Anda lebih suka mempertaruhkan masa depan dengan harapan-harapan dan optimisme atau ditarik dan diseret ke dalamnya?” Cara Anda menjawab pertanyaan ini akan menentukan perilaku dan sukses kita dalam bekerja dengan orang lain.

:: Aura, Edisi 37/Th. XIII/Minggu ke-1/Oktober 2009 ::
Continue Reading...

Cerita Pendek (2)

10 October 2009

Malam minggu. Seorang lelaki menelpon perempuannya, katanya, "hallo, aku mo absen." Tertawalah si perempuan mengetahui maksud si lelaki. Selesai.
Continue Reading...

EMPAT JALAN MENGHADAPI KESULITAN

Bagi teman-teman yang sedang mengalami kesulitan, jangan khawatir. Berikut saya publikasikan artikel tentang empat cara mengatasi kesulitan. Berikut empat langkah menghadapi kesulitan itu:

1. Tuliskan semua kecemasan Anda. Tuliskan definisi dari masalah-masalah Anda. Pastikan itu masalah tunggal. Jika lebih dari satu masalah, tuliskan definisi jelas dari semua masalah yang bersama-sama membentuk apa yang Anda cemaskan pada saat ini.

2. Tetapkan apa kemungkinan hasil yang terburuk, Tanya, apa kemungkinan terburuk yang dapat terjadi pada situasi ini? Coba terus terang dan jujur dengan diri sendiri. Anda mungkin kehilangan uang, atau hubungan atau customer, atau seseorang atau sesuatu yang lainnya, yang benar-benar penting untuk Anda. Jika segala sesuatu gagal, apa kemungkinans terburuk yang dapat terjadi?

3. Usahakan untuk menerima yang terburuk jika terjadi. Sesudah merumuskan kemungkinan terburuk, Anda bisa melakukan latihan mental untuk menerima apa yang akan terjadi, apa pun yang Anda lakukan. Yang istimewa adalah, ketika Anda berhenti menolak kemungkinan terburuk, Anda akan rileks, pikiran Anda akan jernih, dan kemampuan Anda untuk mengatasi situasi akan meningkat secara dramatic.

4. Segera mulai memperbaiki yang terburuk, yang sudah Anda terima akan terjadi. Kerahkan seluruh sumber daya mental ke dalam perang untuk meminimalisir masalah atau menyelesaikan kesulitan. Konsentrasi pada masa depan. Jangan mencemaskan apa yang terjadi, mengapa terjadi dan siapa yang bertanggung jawab. Pikirkan hanya pertanyaan, Apa yang harus lakukan sekarang? Bagai Apa langkah kedua? Langkah ketiga? Dan seterusnya…

:: Aura, Edisi 36/Th. XIII/Minggu ke-5/September 2009 ::
Continue Reading...

Cerita Pendek (1)

08 October 2009

Dua orang dipertemukan kembali. Berkomunikasi lagi. Saling tertarik dan jatuh cinta.

Continue Reading...

Borobudur-Libur-Tidur

09 May 2009

Tiada menyangka bahwa kesibukanku mengurus FB, telah menguras sejumlah energiku untuk menulis di blog. Gila! Padahal isi daripada FB-ku cuma pesan-pesan dari kawan-kawan aneh. Ya, isinya cuma olok-olokan, khususnya dilemparkan kepadaku. Lebih-lebih si De Miel itu. Tapi tak apalah, membuat senang orang lain, tentu suatu kebahagiaan sendiri. Kan itu cuma olok-olokan... hehehe...

Hari ini libur. Niatnya semula ingin bertandang ke Borobudur. Melihat prosesi upacara Waisak yang konon banyak diikuti oleh para biksu seluruh dunia. Sayangnya nggak jadi... hiks... hiks... Lagian semisal aku ke sana, aku nggak punya kamera. Lantas ingin mengabadikan apa? Payah...

Sebetulnya keinginanku untuk datang ke sana ada niat lain. Semisal aku betulan jadi ke sana, aku sudah tahu kalau jalan menuju Borobudur ditutup, paling tidak ramai hingga penuh sesak. Nah, karena itu, aku hendak transit di salah dua rumah kawan. Dan di salah satu rumah kawanku itu, ada tersembunyi seorang bidadari cantik nan rupawati. Wah, pokoke bagus betul deh orangnya. Melihat dia tentu bakal terkesima. Tapi, sayangnya semua itu tidak jadi... Dan aku sekarang berada di rumah Yan, entah untuk melakukan kegiatan apaan. Selain membuat kostum buat Cosplay (ah, istilah apa lagi itu?)...

Ya sudah, aku cuma hendak mengatakan itu. Liburan, tak jadi ke Borobudur, tidur pun terganggu.
(Lilih Prilian Ari Pranowo)
Continue Reading...

Masukan neh

20 April 2009

Seseorang, entah siapa, mengirim email padaku:

Kenapa ya, aku tak pernah bisa melihat karakter yang kuat dari seorang Lilih..
Semuanya tampak terlalu kabur...
terlalu lemah...

ada baiknya jujur pada diri sendiri...dan jangan mencoba mengikuti gaya orang
lain.. sip?


Salam,

-DK-


Subject yang ditulisnya bertajuk: Masukan neh.

Jujur aku kaget dengan kiriman email ini. Beragam pikiran berkecamuk, bertanya-tanya: siapa gerangan pengirim email itu. Tak ada nama, kecuali inisial saja. Pikir punya pikir, aku tak memiliki teman berinisial dua huruf itu. Cuma satu seseorang yang kuketahui memiliki inisial itu, yakni dosen aku: Dina Dwi Kurniarini. Tapi ngapain dia kirim aku email seperti itu? Lagipula, toh dia tak tahu emailku. Kawan semasa kuliah dulu juga tak ada yang berinisial itu. Aku betul-betul tak tahu siapa pengirim itu.

Lewat postingan ini, aku mengajak orang itu untuk jujur secara terbuka mengatakan siapa dia. Atau Anda takut mengatakan diri Anda di depan seluruh dunia? Aku sudah membalas email itu supaya dia mengaku, meski aku tak mempedulikan serangannya. Mungkin itu tanda cinta darinya ya? Hihihi... Tentunya saja akan sangat menarik, jika dia seorang perempuan, semisal sebaliknya, heaks, bukannya takut aku sungguh jijik.
(Lilih Prilian Ari Pranowo)
Continue Reading...