Gitaris Merangkap Sound Engineering

27 November 2008

Debutnya bersama Slank dimulai ketika Slank merilis album Tujuh (1997). Waktu itu Slank tengah sakit akut. Formasi ketigabelasnya, iaitu Bimbim, Kakaa, Bongky, Indra, Pay, pecah akibat pengaruh drugs. Meninggalkan dua orang personelnya, Bimbim dan Kaka, pada titik nadir yang mengenaskan.

Padahal bersama formasi ketigabelas itulah Slank berhasil menundukkan keangkuhan industri musik tanah air. Dan menorehkan segurat namanya. Sehingga Slank pun dipersilahkan menjadi salah satu pemain di sana, hingga grup yang lahir di Gang Potlot, Jakarta Selatan, sekira 1983 ini menjadi bagian besar dari industri musik Indonesia sekarang ini. Industri musik tanah air waktu itu, tak seperti sekarang yang relatif lebih mudah menembus dapu rekaman. Industri pada masa awal-awal Slank berkiprah amat keras, selektif memilih musisi-musisi yang pantas orbit.

Ketika Bongky, Indra, Pay (kelak membentuk BIP) hengkang, otomatis terjadi kekosongan. Slank memformat formasi anyar, formasi keempatbelas, untuk dapat mempertahankan eksistensinya. Saat itulah grup yang album pertamanya bertajuk Hei…Suit…Suit.. ini menarik tiga personel lain untuk menggantikan mereka yang telah out. Di antara tiga orang itu ialah Abdee Negara. Seorang lelaki kelahiran Donggala, Sulawesi Selatan yang hijrah ke Jakarta demi mewujudkan mimpinya: menjadi seorang musisi profesional.

Abdee, begitu ia akrab disapa, pernah tercatat ngejam bareng dengan beberapa band, sebelum akhirnya singgah dan menetap di Slank hingga kini. Ia juga sempat main band bareng Ecky Lamoh, Gideon Tengker, Henry Supit. Jam terbangnya sudah tinggi saat itu, makanya ia mencoba-coba menjadi session player untuk musisi-musisi lain yang membutuhkan bantuannya. Mulai dari Ermy Kulit hingga Trio Kwek-Kwek.

Salah satu unsur khas bermusiknya dan dimasukkan ke dalam Slank ialah permainan Slide, seperti yang ia tunjukkan dalam lagu "Virus", dan gaya bermusik yang sangat nge-blues, seperti ditunjukkannya pada awal-awal debutnya barengan Slank.

Ia termasuk salah seorang musisi bertangan dingin. Pria yang lahir tanggal 28 Juli 1968 ini tidak hanya tercatat sebagai personel Slank. Melainkan juga sebagai sound engineer dan produser grup-grup musik lain untuk diorbitkan, macam: Serius. Dan sebagai salah seorang teaching clinic di majalah G Plus dan endorser artist untuk gitar bermerk Extreme. [Lilih Prilian Ari Pranowo. 2008]

gambar diunduh dari http://www.gitaris.com/
Debutnya bersama Slank dimulai ketika Slank merilis album Tujuh (1997). Waktu itu Slank tengah sakit akut. Formasi ketigabelasnya, iaitu Bimbim, Kakaa, Bongky, Indra, Pay, pecah akibat pengaruh drugs. Meninggalkan dua orang personelnya, Bimbim dan Kaka, pada titik nadir yang mengenaskan.

Padahal bersama formasi ketigabelas itulah Slank berhasil menundukkan keangkuhan industri musik tanah air. Dan menorehkan segurat namanya. Sehingga Slank pun dipersilahkan menjadi salah satu pemain di sana, hingga grup yang lahir di Gang Potlot, Jakarta Selatan, sekira 1983 ini menjadi bagian besar dari industri musik Indonesia sekarang ini. Industri musik tanah air waktu itu, tak seperti sekarang yang relatif lebih mudah menembus dapu rekaman. Industri pada masa awal-awal Slank berkiprah amat keras, selektif memilih musisi-musisi yang pantas orbit.

Ketika Bongky, Indra, Pay (kelak membentuk BIP) hengkang, otomatis terjadi kekosongan. Slank memformat formasi anyar, formasi keempatbelas, untuk dapat mempertahankan eksistensinya. Saat itulah grup yang album pertamanya bertajuk Hei…Suit…Suit.. ini menarik tiga personel lain untuk menggantikan mereka yang telah out. Di antara tiga orang itu ialah Abdee Negara. Seorang lelaki kelahiran Donggala, Sulawesi Selatan yang hijrah ke Jakarta demi mewujudkan mimpinya: menjadi seorang musisi profesional.

Abdee, begitu ia akrab disapa, pernah tercatat ngejam bareng dengan beberapa band, sebelum akhirnya singgah dan menetap di Slank hingga kini. Ia juga sempat main band bareng Ecky Lamoh, Gideon Tengker, Henry Supit. Jam terbangnya sudah tinggi saat itu, makanya ia mencoba-coba menjadi session player untuk musisi-musisi lain yang membutuhkan bantuannya. Mulai dari Ermy Kulit hingga Trio Kwek-Kwek.

Salah satu unsur khas bermusiknya dan dimasukkan ke dalam Slank ialah permainan Slide, seperti yang ia tunjukkan dalam lagu "Virus", dan gaya bermusik yang sangat nge-blues, seperti ditunjukkannya pada awal-awal debutnya barengan Slank.

Ia termasuk salah seorang musisi bertangan dingin. Pria yang lahir tanggal 28 Juli 1968 ini tidak hanya tercatat sebagai personel Slank. Melainkan juga sebagai sound engineer dan produser grup-grup musik lain untuk diorbitkan, macam: Serius. Dan sebagai salah seorang teaching clinic di majalah G Plus dan endorser artist untuk gitar bermerk Extreme. [Lilih Prilian Ari Pranowo. 2008]

Gambar diunduh dari www.gitaris.com
Continue Reading...

Meretas Jalan, Agnes Bermimikri

26 November 2008

Dalam berpenampilan Agnes memang terkenal kontroversial. Ia selalu berubah-ubah. Gaya barat gaya timur dicomotnya, diadopsinya. Laiknya seekor bunglon yang bermimikri untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungannya. Agnes bermimikri untuk beradaptasi melempengkan jalannya ke puncak ketenaran di panggung hiburan.

Ia masih imut-imut waktu itu, ketika dirinya masih dikenal sebagai penyanyi cilik dan presenter Tralala Trilili di RCTI. Namun siapa nyana, waktu bersicepat dengan umur manusia dan kedewasaannya. Selang beberapa tahun kemudian persepsi masyarakat terhadap dirinya berangsur-angsur berubah. Itu terjadi manakala, ia menelurkan album dewasa pertamanya bertajuk: And the Story Goes. Album yang menandai perubahan pada dirinya. Dari bentuk fisik, pemikiran hingga penampilan.

Khususnya dalam hal penampilan ini nampaknya Agnes sadar betul-betul. Sebagai seorang gadis yang beranjak dewasa sekaligus publik figur, ia tidak dapat lagi berpenampilan imut-imut. Oleh sebab itu seiring pertambahan usia dan perkembangan fisiknya, ia mengubah penampilannya untuk memperlihatkan image atau citranya pada para penggemarnya. Tak tanggung-tanggung, orang yang dikiblatinya ialah Britney Spears, seorang penyanyi yang sempat menjadi trendsetter dunia hiburan internasional asal Amerika. Sehingga berubahlah ia, dari cewek imut-imut menjadi cewek super seksi ber-sex appeal tinggi. Dengan busana-busana yang super mini. Sehingga ia pun kerap disebut-sebut tiruannya Britney Spears.

Tapi panggung hiburan selalu dinamis. Panggung hiburan menata gayanya sendiri setiap waktu agar penonton tak jenuh dengan tampilan yang itu-itu saja. Pun dengan Agnes, jika ia tetap menjadi “Britney Spears”, para fansnya akan menganggapnya membosankan. Berangkat dari sana, Agnes berubah lagi. Masih mengusung mode barat, ketika meluncurkan album kedua, ia berdandan ala street culture. Dandanan street culture ini mengubah bentuk rambutnya menjadi lebih “liar”. Kemudian di album ketiga, ia mengadopsi dandanan harajuku style—sebuah dandanan yang berasal dari Jepang.

Karena perubahan-perubahan ini, banyak kalangan menilai Agnes meniru trendsetter. Akan tetapi, mengenai hal ini, Agnes punya pendapat sendiri dan ini dikatakannya berulang-ulang. Ia hanya ingin tampil menjadi diri sendiri. Meskipun gaya busananya selalu berubah-ubah. Strategi ini terbukti jitu mendongkrak rating dirinya sebagai artis terseksi 2005 versi polling detikhot episode 7-14 September 2005. Mengalahkan empat saingannya, Leony, Dea Ananda, Eno Lerian, Marshanda.

Namun, terlepas dari soal polling dan seksi-seksian, Agnes memang bukan artis karbitan, ia telah berproses sedari kecil. Impiannya besar ialah tak sekedar hanya bisa berkiprah di dunia hiburan tanah air. Ia ingin bisa berkiprah di dunia hiburan internasional, menyusul Krisdayanti dan Anggun C Sasmi yang lebih dulu dikenal di kancah internasional. Oleh sebab itu, ketika ada tawaran untuk main film bareng F-Tse, ia mengangguk cepat. Meski di film tersebut ia belum menjadi pemain utama.

Nama lengkap yang diberikan ayah-ibunya ialah Agnes Monica Sukma. Ia lahir di Jakarta pada 1 Juli 1986, dari pasangan suami-istri: Ricky Mulyono (ayah) dan Jeanny Siswono (ibu). Sejak kecil telah meniti karir di dunia hiburan tanah air sebagai seorang penyanyi cilik. Tembangnya yang terkenal ialah Si Meong, Yess dan Bala-bala. Memasuki masa puber, Agnes yang suka dengan warna kuning, biru, dan hitam ini merambah dunia presenter di dua stasiun televisi sekaligus. Ialah program anak-anak VAN (Video Anak Anteve) dan Tralala-Trilili di RCTI.
Sebagai penyanyi cilik, ia terbukti cukup sukses. Setidaknya empat album telah dihasilkannya, yaitu Si Meong (MM Records), Yess—duet sama Eza Yayang (AE Records-Musica Records), Bala-bala dan Tralala Trilili.

Agnes Monica dikenal multi talenta. Bakatnya tak hanya di bidang nyanyi dan presenter, tapi juga akting. Banyak sudah sinetron yang diperaninya, dua buah di antaranya ialah Lupus Milenia dan Pernikahan Dini. Untuk sinetron Pernikahan Dini, Agnes membintangi peran utama sekaligus sebagai penyanyi soundtracknya.

Itu belum ditambah sederet penghargaan yang pernah diraihnya, yaitu:

1. Favourite Female Kids Show Presenter Panasonic Awards 1999
2. Favourite Female Kids Show Presenter Panasonic Awards 2000
3. Favourite TV Drama Star Panasonic Awards 2001
4. Favourite TV Drama Star Panasonic Awards 2002
5. Famous Actress SCTV Awards 2002
6. Favourite TV Drama Star Actress Panasonic Awards 2003
7. Best New Comers Female Singer Planet Music Awards 2004 in Singapore
8. Famous Actress SCTV Awards 2004
9. Best Pop Duo/Group AMI Samsung Awards 2004
10. Best Pop Female Solo AMI Samsung Awards 2004
11. Best Dance/Techno Art Production AMI Samsung Awards 2004
12. Famous Artist SCTV Awards 2005
13. Favourite Actress Jawa Pos Awards 2006
14. Favourite Pop Solo Album SCTV Music Awards 2006
15. Best Actress VMI Indosiar 2006
16. Best Actress MTV Indonesia Music Awards 2006
17. Favourite Female TV Drama Star Actress Panasonic Awards 2006
18. Favourite Female Solo Singer Deteksi Jawa Pos Award 2006
19. Phenomenal New Genration Indonesian Music Artist - Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia 2006.
20. Best Rhythm & Blues Production AMI Award 2006
21. Best Pop Female Artist AMI Award 2006

Setelah sebegitu banyak prestasi yang telah ditorehnya di dunia hiburan tanah air, mampukah Agnes menggapai impiannya? Melempengkan jalannya di panggung dunia hiburan internasional. [Lilih Prilian Ari Pranowo. 2008]
Continue Reading...

Sakit

10 November 2008

Ingatlah sehat sebelum sakit.

Kata-kata di atas memang sebuah nasehat Nabi Muhammad SAW berabad lampau. Ditujukan kepada kaum muslimin seluruh dunia. Kali menulis tulisan ini, aku sakit. Memang cuma “agak” masuk angin. Tapi rasanya mbliyeng-mbliyeng betul? Tak berlebihan jika kusebut rasa “agak” sakit itu terasa hingga kesekujur tubuh.

Belakangan bulan ini, hidup saya seolah berada dalam bayangan. Waktu melek saya dimulai dari jam 7, terus bertahan hingga malam sudah melarut di jam 12. Itu pun kadang masih saya jejali membaca atau nonton tv sampai jam 1 pagi. Begitulah saya berutinitas. Suatu rutinitas yang buruk.

Beberapa pakar ahli membagi waktu sehari dalam tiga bagian: tiap delapan jam. Delapan jam kerja. Delapan jam istirahat. Delapan jam tidur. Meski tahu pembagiannya, sumpah mampus sulit bagiku mengikuti formulasi tersebut. Berulangkali kucoba berusaha menetapkan segala sesuatu bersesuaian dengan jadwal. Sebanyak usaha yang kucoba terapkan itu pula aku gagal.

Aku pun memaklumkan sebuah pledoi atas segala aktivitas burukku. Perlahan-lahan sebuah daftar cita-cita yang ingin saya raih tergambar di dalam benak yang mulai kusut dengan pelbagai masalah. Sebuah kilauan keinginan ragawi yang tentunya didamba setiap makhluk bernama manusia.

Konsekuensi dari kebiasaan hidupku? Tubuh lemes. Susah makan. Mata cekung. Kerempeng. Dan yang paling fatal dari semua itu adalah sakit. Sakit berkebalikan dengan sehat. Sakit mengganggu aktivitas. Sakit? Yah tidak enaklah. Mau apa-apa serba salah. Mau gerak tak bisa. Mau diam membosankan. Yap. Didera rasa sakit merupakan hal yang paling tidak mengenakkan.

Dan kalau tubuh sudah stagnan, ingatlah memori ini betapa berasa indahnya sehat itu. Ingat hal-hal lalu yang bisa dilakukan ketika masih sehat. Jalan-jalan. Dan kalau tubuh sudah berdiam di ranjang bersama penyakit, apa yang bisa dilakukan? Lalu sebungkal pertanyaan menari di dalam pikiran, apa yang saya cari selama ini? Sebuah jawaban yang mungkin bisa dijawab (bisa pula tak terjawab) olehku, oleh kamu, atau orang-orang saat ini sedang sakit atau terkapar tanpa daya. Khususnya untuk orang-orang yang terlalu giat bekerja sehingga lupa segala sesuatu. Seperti saya ini.

Beruntung sebelum terkapar saya sudah tersadar. (Lilih Prilian Ari Pranowo. 2008)
Continue Reading...

Sekelumit tentang Rock ‘N Roll

29 October 2008

Sejak Wild More menulis lagu We’re Gonna Rock We’re Gonna Roll dan seorang dj radio di Clevand, Amerika, memutar lagu-lagu dari Elvis Presley dan Chuck Berry. Maka era rock ‘n roll pun dimulai. Jagad manusia pun mulai mengenal dirinya. Anak-anak muda terbius candu goyang berbeat menghentak memikat. Rock ‘n roll bergema di kesunyian dunia, demikian tulis Roxx di dalam lirik lagunya, hampir empat puluh tahun kemudian. Mengekspresikan kegembiraan para anak muda bermain musik rock. Dan kini, rock ‘n roll bebas bergaung di mana-mana.

Rock ‘n roll merupakan paduan dua genre (aliran) musik, yaitu pop dan rhytm & blues (berakar dari blues). Blues muncul pertama kali di New Orleans. Sebagai sarana berkomunikasi para budak, ketika mereka bekerja. Ketika itu, para budak pekerja paksa di kebun kapas orang Perancis (di delta Sungai Mississippi, Amerika), ini tidak diperkenankan berbicara satu sama lain. Mereka hanya diizinkan menyanyi. Kesempatan ini mereka gunakan untuk saling berinteraksi. Sambil mengelilingi tong besar, mereka bernyanyi dan bersenang-senang—diiringi tepuk tangan atau memukul-mukul kayu.

Pada 1861 hingga 1865, di Amerika pecah perang saudara (utara dan selatan). Orang-orang Perancis pemilik tanah perkebunan banyak yang mengungsi, meninggalkan rumah beserta isinya. Setelah perang berakhir, pada 9 April 1865, Kolonel Lee (Amerika Selatan) menandatangani perjanjian karena kalah perang. Yang berisi pernyataan bahwa perbudakan dihapuskan. Budak-budak yang merdeka, kemudian mengambil alat-alat musik milik orang-orang Perancis, yang terkenal gemar bermusik. Mereka asal saja memainkan bunyinya. Menirukan kelihaian tuan mereka yang, sebelumnya, memainkan musik tradisional yang dibawa dari Eropa tiap sore hari.

Dari sinilah cikal bakal blues terbentuk. Orang-orang Perancis pemilik kebun tersebut punya tradisi. Setahun sekali mereka mengadakan pesta Mardi Grass. Pesta yang digelar untuk merayakan hasil panen dengan kemeriahan-kemeriahan berupa musik (marching band). Seperginya orang Perancis dari tanah Amerika, para budak berkulit hitam masih melestarikan tradisi tersebut. Tapi bukan Mardi Grass lagi, melainkan perayaan kebebasan mereka dari penjajahan Perancis. Selama beberapa hari mereka gelar perayaan tersebut di jalan-jalan New Orleans. Musik orang-orang Perancis pun diganti menjadi musik New Orleans, yang kemudian dikenal sebagai blues. Kata blues diambil dari kata blue yang berarti sedih. Atas dasar sejarah itulah bisa dikatakan bahwa blues merupakan manifestasi tangis kesedihan kaum kulit hitam yang mendamba sebuah kebebasan.

Pada perkembangan lebih lanjut, blues memecah menjadi genre musik lain. Macam jazz, rthym & blues, country, swing dan ragtime. Selanjutnya kawin-mengawin musik ragam genre pun terjadilah. Dan musik pop yang mengawinkan diri dengan rthym & blues pada akhirnya membentuk genre musik yang kita kenal sebagai rock n roll.

Pemunculan istilah ini, menurut Paul Hanson, muncul pertama kali pada 1947. Pencetusnya adalah Wild More yang memakai kata sejenis pada lagu We’re Gonna Rock We’re Gonna Roll. Tapi, istilah ini belum popular. Istilah rock ‘n roll baru dipakai secara massif pada 1952. Saat Allan ‘moodog’ Freed, seorang dj sebuah radio di Cleveland, Amerika, mulai mengenalkan istilah tersebut lewat acaranya yang bertajuk Rock ‘N Roll. Acara tersebut memutar lagu-lagu dari Gene Vincent, Chuck Berry, dan Elvis Presley. Kemudian rock ‘n roll mulai mendominasi, sewaktu Bill Haley and His Comet menciptakan lagu berjudul Rock Around The Clock. Sejak saat itu hingga hari ini, anak-anak seluruh dunia gandrung musik rock ‘n roll. (Lilih Prilian Ari Pranowo)
Continue Reading...

Nasionalisme Indonesia di Tengah Globalisasi

27 October 2008

--Memperingati 80 Tahun Sumpah Pemuda--

Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut Hindia Belanda. Juga tidak Hindia saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.

(Mohammad Hatta)

Delapan puluh tahun silam, tepat pada 28 Oktober 1928, para pemuda yang tergabung dalam organisasi berbagai daerah Indonesia berkumpul di Jakarta. Mereka bersepakat kata menyeru satu kesatuan bangsa. Sumpah pemuda istilah yang dipakai untuk menamai kesepakatan itu, dengan tiga butir perjanjian termaktub di dalamnya. Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia; Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa satu bangsa Indonesia; Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbahasa satu bahasa Indonesia. Apa persamaan kata dari ketiga janji yang diucapkan pada kongres pemuda tersebut? Jawabannya adalah Indonesia. Kata ini disepakati oleh para pemuda yang mengaku mewakili bangsanya sebagai identitas kebangsaan. Dengan demikian, mereka pulang sambil membawa rasa bangga. Karena telah berhasil membangun building nation, dengan satu kata: Indonesia. Oleh sebab itu, bangsa yang belum memiliki negara itu merasa menjadi satu. Dari Sabang sampai Merauke. Saat itu mereka telah punya identitas. Penguat erat kebersamaan seluruh rakyat di berbagai belahan negeri Hindia Belanda.

78 TAHUN PERJALANAN MEMBENTUK IDENTITAS
Apabila ditelusuri lebih lanjut, sebenarnya makna kata Indonesia ini jauh lebih dalam dari penyebutannya untuk kali pertamanya, yang hanya merupakan satu kata di sebuah artikel yang ditulis Logan. Dalam perkembangan lebih lanjut, kata Indonesia mempunyai kesaktian tersendiri. Di mana kata ini mengacu pada keinginan rakyat Bumiputera untuk merdeka. Lepas dari Hindia Belanda.

Bermula pada tujuh puluh delapan tahun sebelum adanya sumpah pemuda, seorang Skotlandia pengelola majalah ilmiah tahunan, James Richardson Logan (1819-1869), mencetuskan sebuah istilah, yang kelak dijadikan identitas khas untuk tanah air ini. Pembuatan identitas ini sendiri muncul karena ia enggan memakai nama Indian Archipelago (istilah yang kerap digunakan untuk menyebut wilayah Indonesia waktu itu), yang dirasa terlalu panjang dan membingungkan. Oleh sebab itu, Logan memutuskan memungut nama Indunesia (istilah yang dibuang George Samuel Windsor Earl, yang mencetuskan istilah Indunesia pertama kalinya) dan mengganti huruf U dengan O agar penyebutannya lebih baik. Tulisan Logan itu bertajuk The Etnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquires into the Continental Relations of the Indo-Pasific Islanders. Dimuat dalam majalah tahunan bernama JIAEA (Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia) dan tercetak dalam halaman 254. Istilah Indonesia pun muncul, meski belum popular.

Kemudian, istilah Indonesia mulai dipopularkan Adolf Bastian (1826-1905), yang memuatnya dalam buku Indonesien order die Inseln des Malayischen Archipels (1884). Buku ini terkenal di kalangan sarjana Belanda, hingga muncul anggapan bahwa istilah ini dibuat oleh Bastian. Padahal Bastian mengambilnya dari tulisan-tulisan Logan. Kekeliruan ini dicatat dalam Encyclopedie van Nederlandsche-Indie tahun 1918. Eduard Douwes Dekker (Multatuli) dan kemudian Ernest François Eugène Douwes Dekker (Dr. Setiabudi) pun menggunakan istilah Insulinde yang berarti Kepulauan Hindia. Tetapi, istilah Insulinde ini kurang mendapat tempat—barangkali karena penyebutannya yang sulit.

Jauh setelah itu, orang-orang Bumiputera yang melek politik, mengambilnya untuk identitas kebangsaan. Bumiputera pertama yang menggunakan nama Indonesia adalah Soewardi Soerjaningrat. Pada 1913, karena tulisannya Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Saya Seorang Belanda), Soewardi dikirim ke Belanda. Setibanya di sana, ia—yang tetap berkecimpung dalam dunia politik—mendirikan sebuah kantor berita yang pertama Indonesia di luar negeri bernama Indonesisch Pers Bureau.

Sekurun 1920-an, kata Indonesia mulai maknanya dipakai untuk keperluan politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Kemudian, atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, pada 1922 organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau dengan lain bahasa berarti Perhimpoenan Indonesia. Nama majalah PI pun turut berganti, dari Hindia Poetra menjadi Indonesia Merdeka.

Sementara, Mohammad Hatta sibuk dengan PI di Belanda, di tanah air pergerakan tetap bergeliat. Tercatat, setidak-tidaknya, ada tiga organisasi tanah air yang mula-mula menggunakan nama Indonesia. Dr. Soetomo meneguhkan istilah Indonesia dengan mendirikan Indonesische Studie Club pada 1924. Dan Perserikatan Komunis Hindia yang dikukuhkan namanya tahun 1922, berganti nama menjadi PKI (Partai Komunis Indonesia). Jong Islamieten Bond juga tak ketinggalan kereta. Pada 1925, organisasi ini membentuk bagian kepanduan, bernama Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Pada akhirnya nama Indonesia pun dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada rapat Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini disebut Sumpah Pemuda.

INDONESIA DULU DAN KINI
Menyitir sebuah anekdot: mengapa gerakan separatisme di Indonesia makin marak, bukan saja di Aceh, Maluku, tetapi juga di Papua? Jawaban Arswendo, PDI-P-lah yang harus bertanggung jawab, jelas-jelas Indonesia sudah lama merdeka, mengapa partai itu selalu meneriakkan yel-yel, “Merdekaaa...Merdekaaa!!”

Sekilas anekdot yang dilontarkan Arswendo tersebut memang hanya sebuah guyonan untuk membuat tertawa. Akan tetapi, kita bisa melihat kenyataannya. Setelah 63 tahun Indonesia merdeka, benih-benih keretakan yang ada malah menampakkan diri secara jelas di depan mata. Nampaknya pernyataan SATU, seperti diikrarkan bersama pada kongres sumpah pemuda pun mulai meluntur. Penyebabnya? Banyak faktor. St Sunadi, mengatakan dalam Kompas edisi 27 Oktober 2008, saat ini dimensi nasionalisme menjadi lebih rumit daripada sekedar kesamaan sejarah, suku, bangsa, atau budaya. Dahulu musuh bangsa kita itu sama, yaitu penjajah atau Belanda. Sekarang pasca kemerdekaan, persoalannya jelas terletak pada jaminan keamanan, kesejahteraan dan masa depan. Berbicara mengenai nasionalisme tanpa bicara kesejahteraan adalah omong kosong.

Hal tersebut secara tidak langsung justru didukung oleh pemerintah sendiri. Kebijakan yang dibuat tampaknya kerap bertolak belakang dengan kondisi real di lapangan. Sebut saja, investasi asing yang berlebihan, dan tidak diseimbangkannya kebijakan yang memihak perekonomian rakyat. Selain itu, praktek otonomi daerah juga mencerminkan kemunduran nasionalisme karena dilakukan dengan semangat kesukuan “hanya putera daerah yang boleh jadi pemimpin”.

Bisa jadi ini merupakan tanda belum ada kemajuan apapun bagi nasionalisme di Indonesia. Masih dapat kita jumpai borok-borok masa kolonial bercokol di berbagai bidang di negara ini. Macam tingginya tingkat kriminalitas, korupsi, pungli, kemiskinan, banjir dan lain sebagainya. Lalu apa bedanya Indonesia sekarang dan dulu? Sepertinya sejarah Indonesia mengulangi pola yang masih sama, ketika masih berbentuk Hindia Belanda. Jelas bertentangan dengan cita-cita para founding father negara ini. Nasionalisme Indonesia benar-benar diuji dalam arus global. Hal ini harus segera diatasi secepatnya, agar terbuka jalan ke arah yang lebih baik. Apabila kita sebagai bangsa tidak mau beradaptasi cepat di tengah arus perubahan yang penuh kompetitif, siap-siap saja negara Indonesia mandek dan gulung tikar.


DAFTAR RUJUKAN

I. BUKU
Nalenan, Arnold Mononutu; Potret Seorang Patriot, Jakarta: Gunung Agung, 1981.
Darminto M. Sudarmo, Anatomi Lelucon Indonesia, Jakarta: Kompas, 2004.

II. KORAN
, Tantangan Berat Nasionalisme; Kemiskinan, Korupsi, dan Kepentingan Golongan Ancaman bagi Nasionalisme, Kompas, 27 Oktober 2008.
Rikard Bangun, Butuh Banyak Sumpah Pemuda, Kompas, 27 Oktober 2008.

III. WEBSITE
Irfan Anshory, Asal Usul Indonesia, www.fahroe.wordpress.com, tanggal akses 25 Oktober 2008.
Batara R. Hutagalung, Asal Usul Kata Indonesia, www.batarahutagalung.blogspot.com, tanggal akses 25 Oktober 2008.
Doeljoni, Asal Usul Nama Indonesia, www.doeljoni.blogsome.com, tanggal akses 25 Oktober 2008.

(Lilih Prilian Ari Pranowo)
Continue Reading...

WOLTER SANG PEMIMPIN

Monginsidi ditangkap. Ia memimpin massa pemuda dalam sebuah serangan merebut Makassar yang dikuasai NICA (Nederlands Indies Civil Administration) tanggal 28 Oktober 1945. Padahal umurnya baru setingkat anak SMP waktu itu. SMP Nasional bentukan Dr. Ratulangie dan Lanto Daeng Pasewang. Itulah awal petualangan Wolter memberontak penjajah Belanda.

Seusai dibebaskan tanggal 1 Januari 1946, hati Wolter Monginsidi tetap bergolak. Ia meninggalkan buku dan bangku sekolahan mengikuti arah kehendak hatinya. Benih-benih yang tersemai ditambah cerita-cerita pemberontakan yang pernah dibacanya meyakinkannya untuk (harus!) melakukan perjuangan. Ia telah sampai pada kesimpulan, mempertahankan dan membela kemerdekaan Indonesia merupakan prioritas utama. Apalagi, anak seumuran dia pada waktu itu sudah melek politik.

Tak hanya piawai menggunakan bahasa lain selain bahasa ibunya, Monginsidi ciamik juga berorganisasi. Sekurun 17 Juli 1946, ia membentuk organisasi perjuangan bernama LAPRIS (Laskar Pemberontak Rakjat Indonesia Sulawesi), sebuah badan yang mengkoordinir barisan-barisan bersenjata di Sulawesi Selatan. Dalam organisasi yang memiliki anggota sekurang-kurangnya 26 organisasi bersenjata ini, Wolter menjadi Sekretaris Jenderalnya, usianya masuk 21 tahun. Daerah operasi mereka ada di sekitar Makassar, Gowa, Djaneponto, Malino, Tjamba dan lain-lain. Sejak saat itu, bersama kawan-kawannya, ia mulai bergentayangan memburu NICA. Ia liat dan sukar ditangkap. Terbukti, NICA musti mengeluarkan pengumuman: “bagi siapa pun yang berhasil menangkap Wolter Monginsidi akan diberi hadiah”. Akan tetapi, Wolter tetaplah Wolter, ia seorang militan yang ulung. Ancaman tersebut tak membuatnya gundah apalagi menyerah kalah. Ia membuktikan pada Belanda bisa berbuat semaunya.

Pun sepintar-pintarnya Wolter, ia seperti tupai melompat yang akhirnya terjatuh. Ketika, pada 3 November 1946, Monginsidi memimpin pertempuran di dekat Barombang, ia mendapat luka parah. Kedatangan Kapten Raymond Westerling—seorang militer Belanda yang terkenal dengan operasi pembersihan melawan para gerilyawan sekitar akhir 1946, membuat keadaan bertambah parah. Para gerilyawan berada dalam posisi tidak menguntungkan. Mereka terus-menerus digiring pada suatu keadaan yang menjepit. Hingga akhirnya, pada 28 Februari 1947, Monginsidi bersama beberapa orang kawannya tertangkap dan dijebloskan ke dalam penjara Hogepad, Makassar.

Monginsidi adalah putra Mamalayang, Manado. Dia dilahirkan tanggal 14 Februari 1925. Mencecap pendidikan yang jauh dari jalur militer. Tapi cinta betul pada buku-buku bacaan yang mengisahkan pemberontakan-pemberontakan. Macam pemberontakan rakyat Austria melawan Prancis. Apalagi, banyak para pemuda Indonesia waktu itu sadar dengan keadaan dan situasi yang dialami bangsanya. Dia dikenal sebagai orang yang tenang dalam setiap kondisi.

Usai ditangkap pada 28 Februari 1947, Wolter sempat melarikan diri pada 17 Oktober 1948. Akan tetapi, berhasil ditangkap kembali pada 26 Oktober 1928. Penangkapan ini merupakan penangkapan terakhirnya. Karena ketakutan pihak Belanda terhadap dirinya, ia cepat-cepat diadili di bulan Maret 1949. Kemudian divonis bersalah atas keikutsertaannya dalam organisasi LAPRIS sejak 17 Juli 1946 hingga tertangkap 28 Februari 1947. Hukumannya yang dijatuhkan pun tak tanggung-tanggung: MATI. Menghadapi vonis tersebut, Monginsidi tak gentar. Malah berseru lantang. Menyatakan, ia yang bertanggung jawab atas semua kejadian.

Pada 4 September 1949, saat usianya genap 24 tahun, Wolter dieksekusi di Patjinang, beberapa kilometer dari Makassar. Kematiannya membuat kejut banyak pihak. Setahun kemudian ia diganjar Bintang Gerilya dan Bintang Mahaputra II. Makamnya pun dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Makassar. (Lilih Prilian Ari Pranowo)
Continue Reading...

Kedison Si Keledai Jenius

13 August 2008

Nama Penulis : Le Contesse de Segure
Judul Buku : Si Jenius Kedison
Penerbit : Manyar
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2005

Selama ini keledai identik dengan sifat-sifat yang dungu dan tolol saja. Ramainya film-film kartun yang memberi sifat buruk kepada makhluk ini memang membentuk opini orang-orang mengenai keledai. Tentu saja hal itu berhasil dengan sukses. Akibatnya, manusia di seluruh dunia telah memberikan cap negatif terhadap hewan yang bersuara lucu ini. Lucu? Yah, karena di dalam buku ini akan kamu temui suara keledai tidak menyeramkan seperti banyak diceritakan, melainkan terdengar seperti berbunyi, “hei heh, hei heh...” Begitulah.

Si penulis yang memiliki nama Le Contesse de Segure, memang membuat semacam pledoi Kedison sang keledai. Pinuturnya yang menokohkan Kedison dengan kata ganti “aku” seolah-olah membela kepentingan para keledai dengan pesan, “tidak semua keledai di dunia itu bodoh, tauk! Aku adalah salah satunya.” Pasca kamu membaca buku berjudul “Si Jenius Kedison” ini, diharapkan anggapan yang jelek-jelek tentang keledai, akan bisa berbalik seratus delapan puluh derajat. Yah, minimal sembilan puluh derajatlah atau tak berubah sedikitpun. Pokoknya terserah kamu yang membacanya saja.

Berikut adalah petikan dari beberapa pengalaman hidup Kedison:
Adalah Kedison, nama keledai yang menjadi tokoh utama dalam cerita ini. Kedison, anggapan sang Kedison sendiri, merupakan keledai pintar dan cerdas. Tidak seperti keledai-keledai lainnya yang dungu. Ia berani mengungkapkan pendapatnya untuk memrotes para majikan yang bersikap semena-mena kepadanya. Pendapatnya ini diutarakan dengan pelbagai macam cara, yang jelas dengan cara seekor keledai.

Cerita bermula, ketika Kedison dipelihara oleh seorang petani yang suka menjahatinya. Kemudian karena terus-menerus dijahati oleh majikannya dengan menyuruhnya mengangkut barang-barang jualan yang berat setiap hari pasar. Maka, ia membangkang dan melakukan protes kepada majikannya. Ia pun mogok jalan. Tapi alhasil ia malah mendapat cambukan yang sangat keras. Otomatis dengan sangat terpaksa, ia pun berjalan sampai ke pasar.

Akan tetapi, sesampainya di pasar itulah, Kedison memulai aksinya. Saat mereka, si petani dan Kedison, semua sampai di pasar, si petani mengikat Kedison setelah barang-barang yang diangkutnya diturunkan. Si petani meninggalkan Kedison sebentar untuk berbincang-bincang kepada para pembelinya. Tepat pada saat itulah, Kedison merasa lapar, ia pun memakan barang-barang, yang terdiri dari kubis-kubis dan sayuran-sayuran, yang telah diturunkan ke tanah. Ketika si petani kembali, betapa terkejutnya dia mendapati kubis-kubisnya telah habis dimakan Kedison. Kedison pun dimarahi habis-habisan. Tapi itulah Kedison, pemberontakan semacam itu yang dilakukannya. Demikian sepenggal cerita mengenai kejeniusan Kedison. Sebenarnya masih banyak pengalaman-pengalaman Kedison dalam menjalani hidupnya. Nah, untuk tauk lebih, baca saja buku ini. Hehehe... Kamsia (thanks a lot).
(Lilih Prilian Ari Pranowo)
Continue Reading...